Band ajang cari popularitas???

Mungkin lebel bukan menjadi patokan seseorang dalam berkarya, kosakata bukan menjadi teks untuk pemandu para MC upacara penebus dosa, justru kebebasan yang menjadi patokan untuk berkarya, karena sebuah paham bebas yang mereka pikir justru lebih memudahkan dalam membentuk sebuah pola pikir, bukan atas tindakan fasis dari orang tua, bukan tindakan hina dari para separatis komersial yang menteralikan kita di balik sebuah kecengan senjata bermuatan 200 peluru/menit, bernamakan senjata mesin baru!
Produktifitas, seseorang kini hanya dinilai dengan sebuah kumpulan materi buatan manusia pra-sejarah yang tak mengenal media sedikitpun sehingga mereka Nampak sangat pintar dibanding sebuah anak adam yang mencari ketenaran belaka.
Sekarang mari kita coba membuka kembali sebuah perjalanan yang mungkin hasil plagiat dari sebuah band papan dusta status hampa, yang mencoba mencari nama,kenapa? Karena sekarang kita hidup bukan menjadi sok artis, bukan untuk menjadi sebuah agen mesin pencari uang, bukan sebuah permainan idealisme kata-kata yang menjadi salah satu bahan utama dalam membuat sebuah komunitas tabuh alat musik, justru karena sebuah kebodohan kita yang harus kita isi dengan segala tema-tema, materi-materi, yang mungkin bisa membuat kita justru bisa mengalahkan sebuah lebel komersial tersebut!
Band, mungkin sudah menjadi salah satu kegiatan simbiosis primer atau komponen utama dalam sebuah kehidupan parasit berkarya, tapi banyak dari mereka yang masih memikirkan band hanya untuk sebuah kegiatan selingan, kegiatan mencari popularitas, kegiatan dalam mengisi waktu senggang yang justru tidak mereka miliki sama sekali. Justru kenapa kita yang mungkin sudah menjadikan hal tersebut sebagai sebuah organ yang sudah menjadi bagian utama dalam rongga tubuh fana ini, justru mereka lupakan, mereka hinakan, mereka bilang kita cuman bual tentang kekonyolan di balik sebuah permainan belitan kata-kata.
Berontak mungkin bukan jalan bagi kita yang beradab, bunuh diri mungkin bukan solusi bagi kita yang mengenal norma, kini sebuah aturan konstitusi rancangan tidak lagi ada pengaruh, yang penting kini kita bisa berkarya walaupun kita bukan atas nama artis..

0 komentar:

:10 :11 :12 :13
:14 :15 :16 :17
:18 :19 :20 :21
:22 :23 :24 :25
:26 :27 :28 :29
:30 :31 :32 :33
:34 :35 :36 :37
:38 :39 :40 :41
:42 :43 :44 :45
:46 :47 :48 :49
:50 :51 :52 :53
:54 :55 :56 :57
:58 :59 :60 :61
:62 :63

Poskan Komentar

thanks for apresiasi