HUKUM COULOMB

Rumus hokum coulomb
“Adalah gaya yang bekerja dianatar 2 muatan berbanding lurus dengan hasil kedua muatan tersebut, dan berbanding terbalik dengan kuadrat jarak diantara keduanya”
f=kq1xq2/r2
K = konstanta = 9x109 N m2/c2
q1 & q2 = muatan listrik (coulomb/ c)
r = jarak antara q1 dan q2 (jarak/m)
medan listrik
“ruang disekitar/didaerah muatan listrik yang masih dipengaruhi muatan listrik tersebut”
apabila muatan listrik positif (+) maka arus geraknya ke luar
apabila muatan listrik negative (-) maka arus geraknya ke dalam
rumus =
e=f/q → e=k q1/r2
e = kuat medan (newton/N/C)
f = gaya (newton/N)
q = muatan (coulomb/C)
k = konstanta 9x109
r = jarak (meter/m)
arus listrik
adalah “arus muatan listrik dari potensial tinggi ke potensial rendah dari positif ke negative atau muatan-muatan yang bergerak melalui konduktor/penghantar”
rumus =
i=Q/t
I = arus (ampere/A)
Q = muatan(coulomb/C)
t = waktu (sekon/s)
“ampere adalah muatan yang mengalir sebesar 1 coulomb selama 1 sekon”
Tegangan listrik
Adalah “usaha yang diperlukan untuk memindahkan muatan listrik dari suatu titik ke titik yang lain berjumlah muatan listrik”
Rumus =
v=w/Q
W = usaha (joule/J)
Q = muatan (coulomb/C)
V = beda potensial (volt/V)
Hokum ohm
Adalah “kuat arus yang mengalir dalam sebuah pernghantar sebanding dengan beda potensial antara ujung-ujung penghantar tersebut, asalkan suhu penghanta relative tetap”
Rumus =
v=I.R
V = beda potensial (volt/V)
I = kuat arus (ampere/A)
R = hambatan (ohm/Ω)
Hambatan listrik
Adalah “sifat suatu benda yang sangat menentukan besar kecil kuat arus listrik melalui benda tersebut”
Sifat benda berdasarkan kemampuan menghantarkan listrik terbagi atas :
konduktor
bahan-bahan yang dapat menghantarkan arus listrik dengan baik
isolator
bahan-bahan yang tidak dapat/sukar menghantarkan arus listrik
semi-konduktor
bahan-bahan yang kemampuan menghantarkan arus listriknya berada di antara konduktor dan isolator
hambatn dipengaruhi oleh :
panjang kawat
luas penampang
hambatan jenis bahan
hambatan
rumus =
R=ρ l/A
ρ = hambatan jenis bahan (rho/Ωm)
l = luas penampang (m2)
R = hambatan (R/Ω)
A = luas penampang (A/m2)
Code warna resistor
Warna Angka ke-1 Angka ke-2 Angka ke-3 Toleransi
Hitam 0 0 0 -
Coklat 1 1 1 -
Merah 2 2 2 -
Jingga 3 3 3 -
Kuning 4 4 4 -
Hijau 5 5 5 -
Biru 6 6 6 -
Ungu 7 7 7 -
Abu-abu 8 8 8 -
Putih 9 9 9 -
Emas - - - 5%
Perak - - - 10%
Tak berwarna - - - 20%


1 2 3 4
Gelang ke-1 menunjukan : angka ke-1
Gelang ke-2 menunjukan : angka ke-2
Gelang ke-3 menunjukan : angka ke-3
Gelang ke-4 menunjukan : toleransi
Contoh
gelang ke-1 : kuning = 4
gelang ke-2 : merah = 2 = (42x101)±10%
gelang ke-3 : coklat = 101 Rmax = 420+10% = 462 Ω
gelang ke-4 : perak = 10% Rmin = 420-10% = 388 Ω
rangkaian resistor
parallel

a b



seri
a b


campuran atau kombinasi

a b



rumus R, parallel
Rs = 1/R1 + 1/R2 + . . . + 1/Rn
rumus R.seri
Rs = R1 + R2 + R3 + . . . +Rn

6 komentar:

Anonim mengatakan...

http://lh3.ggpht.com/_RVpTV2JOOxA/SzuhzylQBOI/AAAAAAAABd4/ZdLx27x0NBw/s128/t4belajarblogger38.gif

Intan mengatakan...

cara mencari jarak muatan gimana yah? :/

nikencani mengatakan...

:35 aduh bingung

Cindy Larasati mengatakan...

Wah thanks postingannya bermanfaat.
follow blog saya juga ya www.cindylarasatisss.blogspot.com
Terima kasih :42

sumawan jogja mengatakan...

:39

Anonim mengatakan...

:26

:10 :11 :12 :13
:14 :15 :16 :17
:18 :19 :20 :21
:22 :23 :24 :25
:26 :27 :28 :29
:30 :31 :32 :33
:34 :35 :36 :37
:38 :39 :40 :41
:42 :43 :44 :45
:46 :47 :48 :49
:50 :51 :52 :53
:54 :55 :56 :57
:58 :59 :60 :61
:62 :63

Poskan Komentar

thanks for apresiasi